SEO Off Page Adalah: Mengenal Konsep Dasar dan Cara Optimasi

seo off page adalah

SEO off page adalah salah satu jenis SEO dalam serangkaian optimasi situs web. Jenis ini sama-sama pentingnya di samping SEO on page maupun technical.

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang konsep dasar SEO off page. Serta bagaimana cara optimasi di luar halaman agar mendapatkan peringkat di mata mesin pencari.

Mengapa perlu konsep dasar? Mudahnya, memahami konsep ibarat sebuah fondasi rumah. Anda yang memiliki fondasi kuat dan kokoh, nantinya bebas mengembangkan bangunan menjadi seperti apa.

SEO Off Page Adalah, Memahami Konsep Dasar

Jika Anda sedang belajar SEO maka perlu mempelajari setiap jenis optimasi situs web, mengikuti update algoritma mesin pencari, hingga memberi konten berkualitas kepada audiens. Nah, apa itu SEO off page?

SEO off page adalah optimasi situs web di mana tindakan yang dilakukan berada di luar halaman atau website itu sendiri. Mudahnya, Anda bisa membandingkan dengan SEO on page, fokus optimasinya berada dalam halaman atau website.

Lantas, apa contoh SEO off page itu? Ada banyak sekali contoh, namun webmaster umumnya mengoptimalkan sisi off page dari tiga (3) target, yaitu:

  1. Link building (membangun tautan)
  2. Optimasi media sosial
  3. SEO lokal

Apakah hanya tiga target itu saja? Secara umum iya! Tetapi jangan salah, setiap target memiliki cabang optimasi dan sengkarut rumit yang luar biasa. Contohnya pada link building, yang bisa kita bagi menjadi: guest post, pemasaran konten, branding dan marketing, kerja sama promosi, dan sebagainya.

Belum lagi optimasi pada media sosial dan SEO lokal yang memiliki langkah lebih banyak lagi. 

Pada intinya, SEO off page adalah tindakan optimasi yang tidak melibatkan perubahan di dalam halaman, fokusnya berada di luar website. Tujuannya, tentu agar situs memiliki peringkat lebih tinggi di mata mesin pencari.

Cara Kerja SEO Off Page Adalah

SEO off page adalah optimasi yang berhubungan dengan mesin pencari (seperti Google), dan tidak berhubungan dengan audiens atau pengunjung. Atau setidaknya, porsi berhubungan dengan pengunjung website jauh lebih kecil daripada SEO on page.

Cara kerja off page adalah membangun citra website di mesin pencari. Ini urusan belakang, yang berkaitan dengan bagaimana website Anda dipandang oleh Google, atau bagaimana website Anda menurut Google jika dibandingkan dengan website niche serupa.

Lalu kalau begitu, apa parameter mesin pencari dalam menilai sebuah website? Sebagaimana yang sudah kami sampaikan, fokus SEO off page adalah link building, optimasi sosial media (social signal), dan SEO lokal.

Dari ketiga fokus tersebutlah Google mendapat kesimpulan, kiranya bagaimana jika menampilkan website Anda di halaman pertama SERP. Jika berhasil dalam optimasi ini, maka Anda tinggal membangun kepercayaan pengunjung dan user experience terbaik dengan optimasi SEO on page!

SEO Off Page Adalah: Cara Optimasi di Luar Halaman

Melalui pengertian di atas, perbedaan SEO on page dan SEO off page paling jelas terletak pada tindakan yang diberikan. Jika on page, sesuai istilahnya, optimasi di dalam halaman website. Maka SEO off page adalah optimasi di luar halaman website.

1. Link Building SEO Off Page

Pertama, link building atau membangun tautan sejatinya tidak hanya ada pada off page, melainkan juga on page. Di dalam optimasi on page, terdapat tautan internal dan tautan eksternal yang memperkuat power sisi dalam halaman.

Sedangkan tautan off page, jauh lebih rumit, dan kebanyakan tidak gratis. Contoh penerapannya melalui artikel promosi di website orang lain yang memiliki otoritas lebih tinggi, dan terdapat tautan aktif do-follow yang mengarah ke website Anda (bisa homepage atau halaman/post).

Hasilnya apa? Singkat kata, seperti orang dalam, lancar dan landai masuk ke perusahaan untuk unjuk gigi. Ya, website Anda siap unjuk gigi di SERP halaman pertama Google.

Berapa banyak dan bagaimana link building untuk optimasi SEO off page? Terkait hal ini, Anda sebaiknya konsultasi dengan ahli SEO yang memberikan layanan optimasi.

2. Optimasi Media Sosial SEO Off Page

Kedua, optimasi dengan media sosial untuk membangun social signal. Salah satu indikator dan parameter penilaian Google, khususnya untuk website baru. Supaya tidak masuk sandbox, perlu social signal yang kuat dan valid.

Jangan Anda pikir media sosial di sini hanya Facebook, Instagram, Twitter, atau Tiktok saja. Jauh lebih banyak daripada itu, contohnya: About me, Tumblr, Linkedin, Pinterest, Flickr, Sites Google, Academia, Gravatar, Medium, Issuu, Github, dan lain sebagainya.

Tunjukkan bahwa website Anda itu benar-benar valid dengan membangun social signal. Khusus untuk media sosial populer seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain itu sebaiknya aktif konsisten berinteraksi.

3. SEO Lokal untuk Off Page

Terakhir namun bukan akhir, pokok fokus ketiga adalah SEO lokal. Sederhananya, optimasi ini untuk meningkatkan visibilitas dan brand awareness merek Anda di area lokal.

Contohnya, Anda memiliki website tentang usaha buket bunga. Maka tambahkan Google Maps dan tautan situs yang mengarah ke website tersebut. Perhatikan juga bagaimana cara menggunakan Google Search Console untuk perihal SEO technical, ya!

Perlu Anda perhatikan, 3 faktor di atas memang yang utama dalam SEO off page. Terlepas dari ketiga di atas, masih ada beberapa optimasi tambahan yang lain, antara lain:

  1. Content marketing
  2. Influencer marketing
  3. Public relations
  4. Guest posting
  5. Brand mention
  6. Event and giveaway

Sebelum masuk pada optimasi yang lain, ketiga optimasi: link building, social signal, dan SEO lokal harus tuntas lebih dulu. Lagi-lagi, ketiganya adalah fondasi kuat supaya Anda nantinya lebih bebas mengembangkan bangunan ke arah mana pun.

Pada akhirnya, SEO off page adalah optimasi yang sangat penting untuk membangun citra di mata mesin pencari. Kombinasi apik antara off page, on page, dan technical akan menjadi power luar biasa bagi website Anda bersaing di SERP untuk golden keyword!