Apa Itu SERP: Pengertian, Contoh, dan Cara Optimasi

apa itu serp

Memahami apa itu SERP merupakan dasar untuk mendalami proses belajar SEO. Ibaratnya, SEO website adalah dapur di sebuah restoran, sedangkan SERP adalah ruang tempat pelanggan mendapatkan makanannya.

Ya, SEO website berada di belakang, kemudian hasilnya akan tampil dan ditunjukkan di SERP mesin pencari. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas lebih dalam mengenai pengertian SERP, contoh, fungsi, hingga cara optimasi dasar.

Apa Itu SERP: Pengertian

SERP adalah singkatan dari Search Engine Result Page, sesuai dengan namanya, merupakan halaman yang muncul setelah audiens mengetik suatu kata kunci di mesin pencari.

Pada dasarnya, setiap mesin pencari (Google, Bing, Yandex, dll) memiliki interface SERP yang berbeda-beda. Ambil saja Google, terdapat beberapa bagian SERP mulai dari atas, meliputi:

  1. Keyword yang dicari oleh audiens (pengguna)
  2. Kategori pencarian, meliputi: semua, gambar, video, shopping, berita, web, buku, dan lainnya.
  3. Daftar ringkasan website sesuai keyword di halaman pertama Google.
  4. Related post SERP (orang lain juga menelusuri).
  5. Hasil lainnya (paginasi SERP).

Google sebagai salah satu mesin pencari paling populer di dunia, menjadi rujukan dalam basis penerapan SEO secara umum. Kita bisa melihat daftar ringkasan website, yang terdiri dari: nama website, judul artikel, dan meta deskripsi.

Melihat ringkasan tersebut, saat belajar SEO pemula pastilah akan meletakkan keyword di judul dan meta deskripsi. Serta keyword di nama website yang sekarang masih cukup optimal, ini disebut juga sebagai Keyword On Domain (KOD).

Apa Itu SERP: Contoh

Anggap Anda sebagai audiens yang sedang mencari jasa pembuatan website untuk perusahaan Anda. Maka, Anda mengetik keyword ‘jasa pembuatan website garuda’, akan muncul berbagai daftar website yang menyediakan layanan relevan dengan keyword Anda.

Secara garis besar tampilan SERP memang begitu. Namun, SERP dapat menawarkan informasi yang jauh lebih spesifik untuk search intent. Antara lain:

1. Search Intent Transactional

Pernah mengetik nama produk (khususnya barang), kemudian muncul hasil dari website marketplace (e-commerce)? Hasil SERP tersebut sebagai contoh dari transactional, di mana Google lebih mengutamakan website-website toko online.

Audiens akan memperoleh informasi seperti tempat jual dan beli, blog e-commerce, estimasi harga produk, nama variasi barang, review produk, dan sebagainya. Jika barang yang audiens cari memiliki website official, maka hasil SERP lebih mengutamakan website tersebut.

Contohnya, audiens mencari produk dengan mengetik keyword ‘Samsung S24’. Lantaran terdapat website Samsung Indonesia, otomatis website resmi Samsung itu akan muncul di hasil SERP paling atas.

2. Search Intent Informational

Guna memahami lebih rinci apa itu SERP secara intensif, jenis hasil berikutnya disebut informational. Sesuai dengan sebutannya, hasil akan lebih mengutamakan website kategori blog, berita, dan konten relevan dengan pencarian audiens.

Contohnya, audiens mencari informasi terkait kiat meracik kopi robusta dengan mengetik ‘cara meracik kopi robusta ala barista’. Hasil SERP akan memberikan sekilas informasi (ringkasan) berupa meta deskripsi website dari blog yang membahasnya.

Audiens dapat memilih dan memilah mana kiranya website yang paling kredibel, lengkap, user friendly, dan menurutnya paling layak dikunjungi dari ringkasan itu.

3. Search Intent Navigational

Jenis search intent berikutnya adalah navigational, merujuk pada hasil berupa map lokal, lokasi toko, rumah makan, hotel, tempat wisata, dan jenis kategori tempat yang lainnya.

Contohnya, audiens yang pusing gara-gara bininya di rumah ngomel terus ingin refreshing dengan mengunjungi tempat wisata. Maka ia mengetik keyword ‘tempat wisata pinggir sungai terdekat’, dan SERP memahami maksudnya, memberi hasil berupa daftar lokasi merujuk pada lokasi audiens.

Jika ia klik salah satu lokasi tersebut, akan beralih ke produk Google Maps. Berdasarkan karakteristik masing-masing search intent di atas, kata kunci SEO sangatlah penting diterapkan pada setiap jenis website.

Apa Itu SERP: Cara Optimasi Website di SERP

Lakukan cara cek ranking website terlebih dahulu untuk mengetahui otoritas website Anda di SERP. Mengapa otoritas itu penting? Sebab, algoritma SERP lebih mengutamakan website yang punya otoritas tinggi.

Contohnya Google, yang benar-benar fokus dan serius ingin memberi konten berkualitas yang dibutuhkan audiens. Maka, Google tidak ingin ambil risiko dengan menawarkan website/blog baru, yang mungkin belum kredibel dan tidak sesuai dengan pencarian.

Istilah optimasi SERP disebut sebagai On-SERP SEO, di mana Anda dapat melakukan optimasi melalui SEO on page, SEO off page, dan SEO technical.

Serta mengoptimalkan elemen SERP, sepert: video carousel, image result, recipe carousel, local product, google shopping results, interesting finds, dan yang tidak kalah penting FAQ.

Google kian hari semakin bersikap praktis, Anda mungkin melihat ringkasan dalam pertanyaan Frequently Asked Questions atau Pertanyaan yang sering diajukan.

Jika menyasar SERP di bagian pertanyaan itu, cobalah untuk membuat FAQ schema data terstruktur sesuai anjuran Google. Pada akhirnya, melakukan optimasi On-SERP SEO dapat menyasar satu atau lebih elemen, tergantung pada jenis masing-masing website Anda.

Sekian penjelasan tentang apa itu SERP, contoh search intent, serta cara optimasi berdasarkan elemen yang ingin ditingkatkan. Semoga membantu, dan memberi kejelasan arah tujuan belajar SEO pemula, ya!