Apa Itu Search Intent? Pendekatan untuk Pengalaman Pengguna

apa itu search intent

Apa itu search intent dan mengapa penting memberi tindakan optimasi dalam hal ini untuk pengalaman pengguna? Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang search intent secara menyeluruh.

Dalam belajar SEO, memahami setiap elemen optimasi sangat penting. Termasuk elemen riset keyword, on page, off page, technical, dan seluk-beluk elemen yang lainnya.

Website yang mendapatkan keseluruhan optimasi, memungkinkan untuk bersaing di SERP, apa itu SERP? Dibandingkan dengan website yang tidak mendapat perlakuan optimasi sama sekali, atau optimasi yang kurang optimal dan menyeluruh.

Pengertian Apa Itu Search Intent dalam SEO Website

Artikel yang berkualitas memberi pengalaman kepada pengguna, begitu pula dengan search intent. Kaitannya dengan optimasi on page, yang mana dimulai dengan keyword research terlebih dahulu.

Secara harfiah, search intent adalah maksud pencarian atau maksud pengguna, merupakan metode memahami apa sebenarnya yang pengguna butuhkan saat mengetik kata kunci di mesin pencari.

Memahami search intent bagi penulis artikel dan pengelola website sangatlah penting. Tantangannya adalah bagaimana menerapkan search intent sekaligus sesuai standar SEO artikel.

Apa Itu Search Intent? Memahami dengan Contoh

Berangkat dari pengertian search intent di atas, yang berfokus pada apa yang dicari dan dibutuhkan pengguna. Maka, secara sederhana kita bisa analogikan sebuah contoh berikut ini.

Seorang pengguna internet ingin membandingkan harga layanan jasa pembuatan website dari beberapa agensi sekaligus, dengan mengetik keyword ‘perbandingan harga jasa pembuatan website’.

Fokus search intent yang pengguna cari adalah: membandingkan harga jasa pembuatan website dari beberapa agensi. Oleh sebab itulah, kebiasaan pengguna akan mencari di daftar isi, lalu menuju perbandingan harga terlepas dari informasi lainnya.

Bagi penulis artikel maupun pengelola website, fokus di atas dapat disajikan dalam bentuk yang lebih menarik, misalnya tabel perbandingan. Dengan cara itu, website memiliki satu keunggulan daripada kompetitor meskipun membahas hal yang sama.

User experience memiliki dampak masif dalam jangka waktu panjang. Jangan pernah mengabaikan pengalaman pengguna dengan mengatakan, yang penting website saya dapat traffic, bodo amat dengan pengguna. Kata-kata tersebut dapat menjadi bumerang yang menghancurkan website seiring berjalannya waktu.

Google pun juga menilai apakah pengguna mendapatkan pengalaman lebih baik di suatu website. Dari mana Google menilai? Ada beberapa indikator, contohnya bounce rate rendah, interaksi (komentar), membagikan artikel, menjadikan artikel sebagai referensi (dibuktikan dengan backlink), dan masih banyak lagi lainnya.

Jadi, misalnya saat pengguna mencari kapan waktu terbaik untuk memancing ikan, maka Anda perlu membahas tentang waktu (when) di bagian atas. Jangan malah membahas tentang cara memancing ikan (how).

Cara Optimasi Search Intent untuk Pengalaman Pengguna Lebih Baik

Setelah jelas apa itu search intent dari penjelasan di atas, lantas, bagaimana cara memberi optimasi yang paling efektif?

1. Artikel sesuai Judul

Banjir informasi seolah memaksa penulis untuk membuat sesuatu yang unik dan menarik, pun dengan cara hitam. Ada banyak sekali contoh, Anda bisa melihat media pemberitaan daring yang seringkali antara judul dan isi tidak sama.

Judul artikel bersifat bombastis (klik bait), sedangkan isinya adalah sesuatu yang sama dan sudah dibahas puluhan artikel sebelumnya. Sebaiknya, jika memang berfokus pada user intent atau search intent, antara judul dan isi harus selaras.

2. Membatasi Pop Up Otomatis

Pernah mengunjungi website, baru masuk beberapa detik langsung muncul pop up otomatis padahal kita belum membaca apa-apa? Atau malah konten artikel yang berisi informasi tertutup oleh pop up sepenuhnya?

Kita tidak suka dengan hal itu, begitu pula dengan Google. Hal serupa juga berlaku untuk iklan yang menutupi seluruh konten artikel. Untuk bersaing dan memperoleh pengalaman pengguna sebagai branding terbaik, hindari memasang pop up yang mengganggu.

3. Artikel dengan Pembagian Halaman

Meski tidak ada aturan dari Google terkait standar pembagian artikel menjadi berapa halaman. Kebiasaan yang berkembang, berdasarkan fokus pengalaman pengguna, mengatakan adanya halaman 1, 2, 3, 4, dan seterusnya tidak baik.

Kita sama-sama tahu tujuan pengelola website membagi artikel dalam halaman-halaman itu, agar iklan ter-refresh untuk penghasilan lebih banyak. Ya, lagi-lagi mirip media pemberitaan di Konoha.

4. Minimal Ukuran Huruf 14px

Perhatikan ukuran huruf, standar yang Google kehendaki minimal 14px. Informasi ini bisa Anda lihat agar tidak terjadi kendala Data Web Inti di Search Console.

5. Adanya Subjudul Terstruktur

Optimasi berikutnya dengan mengoptimalkan judul dan sub-judul (H2, H3, H4) agar terstruktur. Idealnya, per satu sub judul tidak lebih dari 300 kata supaya pengunjung mendapatkan pengalaman serta informasi pokok yang tidak bias.

6. Elemen Visual akan Membantu

Apa saja elemen visual dalam optimasi search intent? Dapat kami sebutkan antara lain: gambar (lebih dari satu), embed video, tabel, quote, infografik, dan sebagainya.

Memahami apa itu search intent akan memberikan pengalaman lebih baik bagi pengguna. Yuk, mulai sekarang bangun citra bahwa website Anda berkualitas, dengan konten yang berfokus membantu.